Rabu, 06 Juni 2012

Perbedaan Tradisi dan Budaya


Budaya dan tradisi, kata yang sering kali kita temui selama ini, baik dala kehidupan sekolah maupun kehidupan kita di dalam masyarakat.  Lalu, apakah kebudayaan dan tradisi itu sendiri?  Sering kali orang memiliki persepsi atau pandangan bahwa budaya dan tradisi memiliki kesamaan dalam hal definisinya, padahal sama sekali berbeda.  Oleh karena itu, Andreas Ardhatama dalam sebuah tulisannya yang berjudul Sejarah Lokal dan Tradisi memberikan penjelasan tentang perbedaan antara budaya dan tradisi itu sendiri.
            Pertama, mari kita bahas mengenai pengertian budaya itu sendiri. Budaya itu merupakan bentuk jamak dari kata budi.  Budi merupakan sinonim dari akal budi atau kebudayaan.  Kata budi ini sendiri dianggap sangat filosofis karena telah dijelaskan, diintepretasikan, dikaji ulang dan membuat perdebatan filosofis diantara filosof-filosof indonesia.  Menurut sejarah yangada pada manuskrip jawa kuno yaitu serat centhini, budi adalah seorang manusia super yang memiliki kekuatan setengah dewa dan setengah manusia.  Itu tadi sejarah singkat asal kata budaya, lalu apa arti dari budaya itu sendiri?  Budaya adalah pola kejiwaan yang di dalamnya terkandung dorongan-dorongan hidup yang dasar, inseting (insting), perasaan, dengan pikiran, kemauan dan fantasi yang kita namakan budaya.  Namun secara mudahnya, budaya dapat diartikan sebagai hasil cipta rasa dan karya dari manusia.  Selanjutnya, kita bahas mengenai tradisi.  Tradisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti adat kebiasaan turun temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat; penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan  yang paling baik dan benar.  Sedangkan pengertian tradisi seperti yang ditulis oleh Muhammad Abed Al Jabiri dalam tulisannya yang berjudul Al Turats Wal Hadatsah, adalah sesuatu yang hadir dan menyertai kekinian kita yang berasal dari masa lalu kita atau orang lain baik masa lalu jauh maupun dekat.  Karena definisi tradisi sebagai "sesuatu yang hadir, dan menyertai kekinian kita" maka mengangkat dan menyibukkan diri dengan tradisi adalah masalah yang absah dan bisa dibenarkan. Sebab, ia merupakan bagian esensial dari kebutuhan manusia itu sendiri untuk mengkaji dirinya dan mengembangkannya. Selain itu, budaya lahir terlebih dahulu sebelum tradisi itu tercipta, setelah terbentuk budaya, budaya tersebut dianut oleh sekelompok orang tertentu dan diwariskan ke keturunannya.  Budaya yang diwariskan secara turun-temurun itu tadi akan menjadi sebuah tradisi.  Tradisi juga dapat diartikan dalam budaya secara khusus atau perlambangan dari budaya itu sendiri, contohnya : budaya lebaran pada saat idul fitri, lalu pada hari itu terdapat tradisi sungkeman dan silaturahhmi ke sanak saudara.  Jadi, disini tradisi menjadi identitas dari suatu budaya.
            Setelah membaca pemaparan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa budaya dan tradisi merupakan dua hal yang berbeda.  Baik dari segi pengertian, proses terbentuknya dan juga sifatnya.  Diharapkan di masa yang akan datang, masyarakat indonesia sudah dapat membedakan antara tradisi dengan budaya sehingga tidak terjadi kesalahan persepsi seperti yang sedang terjadi di dalam masyarakat dewasa ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar